Peliharalah imanmu dengan memperbanyak sedekah, bentengilah hartamu dengan mengeluarkan zakat, dan tolaklah gelombang bencana dengan senantiasa berdo'a kepada Allah (Ali bin Abi Thalib r.a.)
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tips Melakukan 10 Kebiasaan yang Bisa Membuat Kaya
Seseorang yang sukses secara financial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara financial.
Berikut ini tips melakukan 10 kebiasaan yang bisa membuat Anda sukses secara financial (kaya):
2. Kebiasaan Bangun Lebih Pagi.
Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan. Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga, membaca koran, menyusun agenda kerja, menyapa tetangga, beribadah, membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka "bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal." Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.
source: tipsanda.com
» Baca selengkapnya... »
Seseorang yang sukses secara financial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara financial.
Berikut ini tips melakukan 10 kebiasaan yang bisa membuat Anda sukses secara financial (kaya):
1. Kebiasaan Networking.
Empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah rejeki. Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak pernah tahu. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar. Mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup seribu tahun lagi. Salah satu yang dapat membuka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau dalam istilah bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia sejatinya merupakan makhluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus berkomunikasi. “Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian menurut Aristoteles. Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal dengan istilah “manusia sebagai makhluk sosial”. Singkatnya manusia telah dibekali banyak hal untuk selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya. Artinya, manusia tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini. Seperti bagaimana memaksimalkan telur menjadi sepiring omlet lezat.2. Kebiasaan Bangun Lebih Pagi.
Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan. Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga, membaca koran, menyusun agenda kerja, menyapa tetangga, beribadah, membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka "bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal." Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.
3. Kebiasaan Menetapkan Tujuan.
Tujuan adalah kalimat-kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku catatan, lamunan, atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah apa yang orang kenal sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah tangga yang terlihat lebih hijau. Namun, tujuan adalah sesuatu yang membuat Anda merasa bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun Anda harus berusaha dengan susah payah. Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) dan Soichiro Honda (pendiri imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih tujuan (mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku. “Orang melihat kesuksesan saya hanya 1%. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya,” tutur Honda.
4. Kebiasaan Berinovasi.
Janganlah berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelebihan sama sekali. “Yang saya lakukan hanya membakar bambu di pekarangan rumah,” ucap Tsai Lun, penemu kertas pertama di dunia. Kegiatan bakar-bakarannya, justru mengantarkannya untuk melihat bentuk bubuk kertas (pulp) bambu, dari sisa pembakaran. Yang pada akhirnya dikenal dengan ‘kertas’ sebagai pengganti ‘dedaunan’ untuk menulis. Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi, kuncinya adalah pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan dimana saja, asalkan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang menentramkan (baca: lepas dari zona nyaman). Adalah Lawrence Edward “Larry” Page dan Sergey Brin, pada pendiri mesin pencari di internet : Google, yang bisa lari dari zona nyaman untuk menciptakan inovasi. “Semua orang pasti bicara tentang kebutuhan dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan orang itu?” ungkap Page. Maka Page pun menjawabnya dengan Google. “Bisnis saya sebenarnya hanya menggali informasi, menemukan kecocokan data satu dengan yang lainnya”, lanjut Brin.
5. Kebiasaan Berdoa.
Ora et Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti, “berdoa dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu merupakan pengharapan. Seseorang yang berdoa tidak akan merasakan individualism menguasai dirinya. Oleh karena itu, konsep berdoa merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama beranggapan bahwa mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.
6. Kebiasaan Melakukan Sesuatu Sesegera Mungkin.
Manusia memang bukan mesin yang akan langsung mengerjakan sesuatu setelah diperintah. Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti menumpuk pekerjaan. Semakin bertumpuk, Anda akan semakin bingung bagaimana menyelesaikannya. “Komputer adalah bisnis kecepatan, semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya akan semakin baik buat semua,” demikian kata William “Bill” Gates, pemilik Microsoft Corp, tentang bisnisnya yang selalu memimpin trend pasar komputer dunia. Karena menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada istilah menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan waktu.
7. Kebiasaan Melakukan Introspeksi.
Siapa Anda? Anda adalah apa yang dipikirkan. Bagaimana Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan bagaimana orang lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak penting, maka Anda menjadi tidak penting di mata orang lain. Tak akan ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan sebenar-benarnya. Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon mengenali dirinya lewat potensi yang dimiliki dan juga kekurangan yang harus diperbaiki. "Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri (self awareness)."
8. Kebiasaan Tepat Waktu.
Waktu dilahirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku. Apakah manusia semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu Anda akan merasa kesal jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu pun sebaliknya. Setiap hari setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya bukan? Kunci untuk membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah konsekwensi dengan apa yang telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut bisa dimulai dengan datang tepat waktu. Menepati sesuatu adalah janji, dan janji adalah hutang."Dengan datang tepat waktu, berarti Anda telah menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda janjikan."
9. Kebiasaan Berderma.
Mengurangi apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk kepemilikan? Pemberi terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin sedunia. Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya? Ketika orang kaya merasa fakir, dia akan menjadi serakah dan tidak menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua yang ada di dunia ini, mampu memberi makan yang lebih bagi semua orang. Namun, keserakahan dari orang kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di dunia,” ucap Mahatma Gandhi. Lalu apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah berderma. Orang yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang lain walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang yang tidak pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin berderma. Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia. Ingat pula pepatah sunda, “Mulangkalih aya nu dipincariosan abi aya di palihan” (sekiranya ada yang dibutuhkan, saya ada di sebelah). Biasakanlah diri Anda berderma karena dengan berderma, Anda seolah-olah sedang menanam sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan yang sedang Anda perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan selalu dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan selalu mendapatkan prioritas bantuan.
10. Kebiasaan Penurut.
Pengetahuan manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang dipersempit dengan sikap sok tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada orang yang lahir dan tumbuh lantas masyur tanpa bantuan orang lain, setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Menjadi penurut kadang bisa menyelamatkan sekaligus memberi keuntungan bagi kita. Ingat akibat sikap keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya korban di pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia (Operasi Citadel). Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah orang tuanya, ketika kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani tamu-tamu (orang asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis kecilnya ini menjadi imperium besar di abad ini.source: tipsanda.com
Setiap orang yang memeriksakan diri ke dokter tentu memiliki harapan dapat kembali merasakan nikmat sehat. Namun, ada kalanya obat yang dokter resepkan ternyata tidak manjur. Meski ada kemungkinan lain, obat palsu juga dapat menjadi alternatif penyebabnya.
Hendra yang diabetesi pernah mengalaminya. Ia tergiur dengan harga obat yang lebih murah di toko obat. "Selisihnya dengan di apotek sekitar Rp 20ribu untuk satu dus obat pengontrol kadar gula darah," kenangnya. Hendra mengira perbedaan harga yang signifikan itu sesuatu yang wajar. Sebab, tempat penjualan obat yang didatanginya terletak di kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. "Sewa tokonya saja pasti lebih murah daripada apotek yang berpendingin ruangan."
Dugaan Hendra keliru. Rupanya, obat tersebut murah lantaran palsu. "Setelah satu minggu mengkonsumsinya, hasil pemeriksaan kadar gula darah saya malah tinggi," keluhnya. Hendra pun mencermati kembali obat yang dibelinya dengan harga lebih murah itu. Ia membandingkannya dengan kemasan obat yang didapatkannya dari apotek. "Nyaris tidak ada perbedaan yang berarti kecuali hurufnya yang lebih kecil," urainya.
Dra Lucky Slamet MSc mengungkapkan obat palsu memang sukar dikenali. Terkadang, kemasan hingga fisik obat terlihat serupa dengan aslinya namun isinya hanya mengandung tepung. "Tetapi, ada juga yang produknya tampak jelas mencurigakan secara fisik," urai deputi bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini.
Lantas, bagaimana cara memastikan keaslian obat? Lucky mengatakan hanya uji laboratorium yang bisa mengungkapkan secara gamblang produk mana yang palsu. "BPOM secara berkala melakukan sampling obat dan membeli secara menyamar untuk menjaring obat palsu yang beredar di masyarakat."
Lantaran sukar mengenali obat palsu, BPOM memberikan tips sederhana bagi masyarakat. Utamanya, konsumen kesehatan diimbau untuk membeli obat resep dokter hanya di apotek yang terdaftar. "Obat asli tidak akan masuk ke rumah obat yang tidak terdaftar," cetus Lucky dalam diskusi media beberapa waktu lalu (22/11) di Jakarta.
Merugikan
Pemalsu melakukan banyak trik dalam mengelabui konsumen obat. Mereka dapat meniru secara persis obat asli lalu menjualnya dengan merek yang sama ataupun mencaplok nama perusahaan farmasi lain. "Mafia obat palsu juga bisa mengurangi kadar zat aktif serta meniadakan atau mengganti zat aktif," ungkap Dr Slamet SH MH Kes.
Obat disebut palsu andaikan memiliki kualitas yang sangat berbeda. Pun, ketika ia menjadi tiruan obat aslinya. "Keberadaan zat aktif sayangnya belum tercakup dalam peraturan menteri kesehatan tentang obat palsu," sesal sekretaris jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.
Slamet menyatakan obat palsu sangat merugikan masyarakat dan dokter. Obat palsu bisa membuat pasien tidak teredakan keluhannya. "Akibatnya, mereka hilang kepercayaan kepada dokter yang meresepkan." Apa dampak konsumsi obat palsu? Efeknya bisa jadi ringan namun dapat pula mengancam nyawa. "Selama obat yang dipalsukan bukan zat aktifnya maka tidak membahayakan kesehatan," komentar Slamet.
Obat palsu berdampak langsung pada kesehatan orang yang mengonsumsinya. Seperti Hendra yang gagal mengendalikan kadar gula darahnya. "Akan sangat membahayakan kesehatan jika yang dipalsukan adalah zat aktif dari obat keras atau psikotropika," cetus Slamet.
Sementara itu, Parulian Simanjuntak menyatakan obat palsu dapat mendatangkan efek yang beragam tergantung bahan yang dipakai dalam pembuatannya. Pada antibiotik yang kadarnya tidak sesuai, risiko resistensi akan mencuat. "Lalu, pada obat lain dapat menimbulkan kecacatan bahkan kematian," papar ketua International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG).
Parulian tidak dapat mengungkapkan besaran kasus kematian terkait obat palsu. Sebab, datanya memang tidak tersedia. "Kematian akibat obat palsu biasanya tercatat sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya." Banyak Dipalsu yakinkah Anda akan keaslian obat yang ada di tangan? Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan, Lucky Slamet, mengimbau masyarakat agar lebih jeli dalam membeli obat. ”Sebab, pemalsuan dapat terjadi baik pada obat paten, generik, obat bebas, maupun obat tradisional.” Prof Dra Arini Setiawati PhD juga mensinyalir hal serupa. Modus para pemalsu terpetakan secara jelas.
”Mereka mengincar obat-obatan yang laris,” tutur kepala Unit Studi Klinis Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dalam kesempatan berbeda. Obat laris merupakan obat yang dipakai secara berkelanjutan oleh masyarakat. Termasuk didalamnya obat malaria, antiretroviral, anti tuberkulosis, analgesik, dan antibiotik. ”Juga obat hipertensi dan diabetes,” imbuh Lucky.
Demi keuntungan berlimpah, pemalsu obat sengaja menyasar kelompok obat penyelamat nyawa (life saving). Selain itu, mereka juga melirik produk farmasi terkait gaya hidup. ”Seperti suplemen atau obat yang mendongkrak gairah dan stamina pria,” tutur Lucky.
Agar tidak Terkecoh
Obat yang paling mahal ialah yang tidak manjur. Anda sepakat dengan pernyataan tersebut? Jika iya, mari tingkatkan kewaspadaan terhadap konsumsi obat palsu. Bagaimana caranya? Tulus Abadi selaku pengurus harian Yayasan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (YLKI) dan Dra Lucky Slamet MSc dari BPOM memberikan tipsnya:
Jangan mudah tergiur dengan khasiat obat. Label atau iklan dengan klaim khasiat muluk seringkali merupakan jebakan yang sengaja dipasang mafia obat palsu. Obat palsu sukar dikenali dari penampakan fisiknya. Uji laboratorium diperlukan untuk mengenali kebenaran kandungan atau bahan aktif obat. Karenanya, dapatkan obat dari sumber yang terpercaya. Obat resep dokter lebih terjamin keamanannya saat ditebus di apotek terdaftar. Kembali konsultasi ke dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau memburuk setelah mengonsumsi obat yang diresepkan. Misalnya, darah tinggi Anda tidak turun meski telah mengikuti anjuran dokter atau rasa sakit tidak reda dengan analgesik yang telah diminum. Buang obat sisa dan rusak kemasannya. Ini akan menghindari penyalahgunaan oleh mafia obat palsu.
source: [http://republika.co.id]
» Baca selengkapnya... »
Hendra yang diabetesi pernah mengalaminya. Ia tergiur dengan harga obat yang lebih murah di toko obat. "Selisihnya dengan di apotek sekitar Rp 20ribu untuk satu dus obat pengontrol kadar gula darah," kenangnya. Hendra mengira perbedaan harga yang signifikan itu sesuatu yang wajar. Sebab, tempat penjualan obat yang didatanginya terletak di kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. "Sewa tokonya saja pasti lebih murah daripada apotek yang berpendingin ruangan."
Dugaan Hendra keliru. Rupanya, obat tersebut murah lantaran palsu. "Setelah satu minggu mengkonsumsinya, hasil pemeriksaan kadar gula darah saya malah tinggi," keluhnya. Hendra pun mencermati kembali obat yang dibelinya dengan harga lebih murah itu. Ia membandingkannya dengan kemasan obat yang didapatkannya dari apotek. "Nyaris tidak ada perbedaan yang berarti kecuali hurufnya yang lebih kecil," urainya.
Dra Lucky Slamet MSc mengungkapkan obat palsu memang sukar dikenali. Terkadang, kemasan hingga fisik obat terlihat serupa dengan aslinya namun isinya hanya mengandung tepung. "Tetapi, ada juga yang produknya tampak jelas mencurigakan secara fisik," urai deputi bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini.
Lantas, bagaimana cara memastikan keaslian obat? Lucky mengatakan hanya uji laboratorium yang bisa mengungkapkan secara gamblang produk mana yang palsu. "BPOM secara berkala melakukan sampling obat dan membeli secara menyamar untuk menjaring obat palsu yang beredar di masyarakat."
Lantaran sukar mengenali obat palsu, BPOM memberikan tips sederhana bagi masyarakat. Utamanya, konsumen kesehatan diimbau untuk membeli obat resep dokter hanya di apotek yang terdaftar. "Obat asli tidak akan masuk ke rumah obat yang tidak terdaftar," cetus Lucky dalam diskusi media beberapa waktu lalu (22/11) di Jakarta.
Merugikan
Pemalsu melakukan banyak trik dalam mengelabui konsumen obat. Mereka dapat meniru secara persis obat asli lalu menjualnya dengan merek yang sama ataupun mencaplok nama perusahaan farmasi lain. "Mafia obat palsu juga bisa mengurangi kadar zat aktif serta meniadakan atau mengganti zat aktif," ungkap Dr Slamet SH MH Kes.
Obat disebut palsu andaikan memiliki kualitas yang sangat berbeda. Pun, ketika ia menjadi tiruan obat aslinya. "Keberadaan zat aktif sayangnya belum tercakup dalam peraturan menteri kesehatan tentang obat palsu," sesal sekretaris jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.
Slamet menyatakan obat palsu sangat merugikan masyarakat dan dokter. Obat palsu bisa membuat pasien tidak teredakan keluhannya. "Akibatnya, mereka hilang kepercayaan kepada dokter yang meresepkan." Apa dampak konsumsi obat palsu? Efeknya bisa jadi ringan namun dapat pula mengancam nyawa. "Selama obat yang dipalsukan bukan zat aktifnya maka tidak membahayakan kesehatan," komentar Slamet.
Obat palsu berdampak langsung pada kesehatan orang yang mengonsumsinya. Seperti Hendra yang gagal mengendalikan kadar gula darahnya. "Akan sangat membahayakan kesehatan jika yang dipalsukan adalah zat aktif dari obat keras atau psikotropika," cetus Slamet.
Sementara itu, Parulian Simanjuntak menyatakan obat palsu dapat mendatangkan efek yang beragam tergantung bahan yang dipakai dalam pembuatannya. Pada antibiotik yang kadarnya tidak sesuai, risiko resistensi akan mencuat. "Lalu, pada obat lain dapat menimbulkan kecacatan bahkan kematian," papar ketua International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG).
Parulian tidak dapat mengungkapkan besaran kasus kematian terkait obat palsu. Sebab, datanya memang tidak tersedia. "Kematian akibat obat palsu biasanya tercatat sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya." Banyak Dipalsu yakinkah Anda akan keaslian obat yang ada di tangan? Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Badan Pengawas Obat dan Makanan, Lucky Slamet, mengimbau masyarakat agar lebih jeli dalam membeli obat. ”Sebab, pemalsuan dapat terjadi baik pada obat paten, generik, obat bebas, maupun obat tradisional.” Prof Dra Arini Setiawati PhD juga mensinyalir hal serupa. Modus para pemalsu terpetakan secara jelas.
”Mereka mengincar obat-obatan yang laris,” tutur kepala Unit Studi Klinis Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dalam kesempatan berbeda. Obat laris merupakan obat yang dipakai secara berkelanjutan oleh masyarakat. Termasuk didalamnya obat malaria, antiretroviral, anti tuberkulosis, analgesik, dan antibiotik. ”Juga obat hipertensi dan diabetes,” imbuh Lucky.
Demi keuntungan berlimpah, pemalsu obat sengaja menyasar kelompok obat penyelamat nyawa (life saving). Selain itu, mereka juga melirik produk farmasi terkait gaya hidup. ”Seperti suplemen atau obat yang mendongkrak gairah dan stamina pria,” tutur Lucky.
Agar tidak Terkecoh
Obat yang paling mahal ialah yang tidak manjur. Anda sepakat dengan pernyataan tersebut? Jika iya, mari tingkatkan kewaspadaan terhadap konsumsi obat palsu. Bagaimana caranya? Tulus Abadi selaku pengurus harian Yayasan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (YLKI) dan Dra Lucky Slamet MSc dari BPOM memberikan tipsnya:
Jangan mudah tergiur dengan khasiat obat. Label atau iklan dengan klaim khasiat muluk seringkali merupakan jebakan yang sengaja dipasang mafia obat palsu. Obat palsu sukar dikenali dari penampakan fisiknya. Uji laboratorium diperlukan untuk mengenali kebenaran kandungan atau bahan aktif obat. Karenanya, dapatkan obat dari sumber yang terpercaya. Obat resep dokter lebih terjamin keamanannya saat ditebus di apotek terdaftar. Kembali konsultasi ke dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau memburuk setelah mengonsumsi obat yang diresepkan. Misalnya, darah tinggi Anda tidak turun meski telah mengikuti anjuran dokter atau rasa sakit tidak reda dengan analgesik yang telah diminum. Buang obat sisa dan rusak kemasannya. Ini akan menghindari penyalahgunaan oleh mafia obat palsu.
source: [http://republika.co.id]
Langganan:
Postingan (Atom)

